Paragraf Deskriptif
Nama saya Selviona Indrianto. Teman
teman biasa memanggil saya Viona. Saya lahir di Madiun, pada tanggal 02
November 2003. Saya anak ke dua dari dua bersaudara. Saya mempunyai kakak
perempuan yang sekarang sudah bekerja di Jakarta. Selisih umur kita 7 tahun.
Usia saya masih menginjak 15 tahun. Masa kecil dan sekolah saya dulu di Madiun.
Dan saya mulai pindah ke Jakarta setelah kelulusan dari SMP Negeri 3 Madiun.
Sekarang saya melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 8 Jakarta Selatan. Saya
tinggal di daerah Kalibata, yang kebetulan tidak jauh dari sekolah.
Saya memiliki golongan darah B, sama
seperti ibu saya. Agama saya Islam begitu juga semua anggota keluarga saya.
Tinggi badan saya sekitar 148 cm dan berat badan saya sekitar 47 kg. Saya
mempunyai rambut hitam yang lurus dan panjang, dan dalam keseharian dan sekolah
saya memang tidak memakai hijab. Dari kecil aku memang suka mempunyai rambut
yang panjang. Kulit saya juga bisa dibilang sedikit putih sama seperti kakak
saya karena memang saya jarang keluar bermain-main ke luar rumah. Warna favorit
saya itu pink, biru dan warna-warna yang soft.
Saya memiliki sifat yang cukup
pendiam, tetapi saya tetap suka bergaul bahkan saya suka memiliki banyak teman.
Tapi, saya tidak suka dengan orang yang selalu menyombongkan diri, apalagi
orang yang tidak berkata jujur, saya sangat benci hal itu. Saya juga termasuk
orang yang bekerja keras, ramah, suka membantu dan juga orang yang mudah
khawatir, maksudnya jika sesuatu hal yang belum diselesaikan tepat waktu. Dari
kecil saya selalu dijarkan dan membiasakan melakukan apapun dengan tepat waktu,
bahkan sampai sekarang juga masih terbiasa pada diri saya.
Saya memiliki hobbi yang kalau
dinilai anak-anak yang tidak menyukai hal-hal yang berhubungan dengan hobbiku
itu, alay. Hobbi saya itu stalker idol-idol Korea, dan terkadang aku juga
mempelajari tarian-tarian mereka bahkan suka mendengarkan musik-musiknya juga.
Tetapi saya memang menyukai hal-hal seperti itu dari kakak saya yang sama
penggemar dari idol-idol Korea. Saya juga mempunyai hobi yang normal, yaitu
suka membaca buku-buku fiksi.
Ketika saya masih kecil, saya juga
sering berpindah pindah rumah dan juga bolak-balik dari Madiun ke Jakarta. Dan
setelah remaja, keluarga saya memutuskan untuk menetap tinggal di Jakarta.
Alasan saya saat ini memilih SMK daripada SMA itu karena saya ingin setelah
lulus nantinya bisa masuk ke dunia pekerjaan, dan juga ingin disambi dengan
kuliah. Impian saya itu ingin sekali membahagiakan orang tua dan semoga suatu
saat nanti bisa berpergian ke luar negeri apalagi ke Korea.
Paragraf Argumentatif
Liburan akhir tahun tiba. Inilah yang telah
ditunggu tunggu bagi semua anggota keluarga. Untuk tahun ini keluargaku telah
merencanakan untuk menghabiskan waktu akhir tahun bermudik ke kampung halaman.
Hari libur yang berdekatan dengan natal dan liburan anak sekolah membuat
suasana liburan menjadi ramai dan maeriah.
Apalagi keadaan lalu lintas pada liburan akhir
tahun ini pastilah menjadi padat dan tentunya macet. Kebanyakan juga orang
orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Jika pada hari hari biasa
kami bisa sampai tujuan hanya dengan 8 jam, kalau pada liburan seperti ini bisa
mencapai lebih dari 10 jam.
Kendaraan kami hanya sedikit sedikit saja
bergeraknya dan itu membuatku merasa sanngat tidak betah berlama lama berada di
dalam mobil. Makannya dari itu, hanya karena liburan akhir tahun ini tak jarang
kemacetan ditemui dan hal ini dapat menyita waktu perjalanan.
Paragraf Naratif
Pada tiga tahun yang lalu waktu aku
masih kelas 7 di SMP Negeri Madiun, sekolahku mengadakan perkemahan yang wajib
diikuti oleh semua kelas 7. Perkemahan diadakan sekitar bulan Agustus di daerah
Kandangan, daerah seperti perbukitan dengan cuaca yang dingin dan sejuk. Satu
hari sebelum perkemahan, kami semua disuruh untuk membentuk regu kelompok
dengan jumlah anggotanya tujuh orang. Setelah itu, kami semua diberikan
catatan-catatan tentang apa yang harus dibawa dan peraturan-peraturan selama
perkemahan.
Hari yang ditunggu pun tiba, yaitu
hari perkemahan. Kami semua diharuskan sudah tiba di sekolahan pada pukul 06.00
pagi. Sebelum keberangkatan kita semua berkumpul di lapangan sekolah dan berdoa
bersama. Setelah itu, kami dipandu masuk ke truk masing-masing. Selama
diperjalanan, aku melihat pemandangan alam yang sangat menakjubkan, mulai dari
hamparan sawah yang luas, aliran-aliran air sungai, kicauan burung, dan cuaca
yang terasa sejuk. Setelah perjalanan yang berlangsung selama kurang lebih satu
jam, kami semua tiba di tempat perkemahan.
Setibanya di tempat perkemahan, kami
langsung disambut oleh kakak-kakak pembina dan mereka membantu kami mendirikan
tenda. Semua tenda telah berdiri diatas hamparan rumput yang luas dan suasana
perkemahan sudah langsung terasa. Lalu, kami semua diberi waktu untuk makan
siang dan kemudian akan dilanjutkan untuk upacara pembukaan perkemahan.
Setelahnya, kami diberi waktu bebas untuk beristirahat untuk mempersiapakan
kegiatan di hari esoknya.
Hari esoknya, kegiatan pertama itu senam dan
dilanjutkan dengan kegiatan berjelajah. Kami berjelajah menuju air terjun
dengan berjalan kaki yang berjarak
kurang lebih 5 km. Sepanjang berjelajah, aku sangat menikmati perjalanan,
menghirup udara pagi yang segar, memandang pemandangan alam yang indah, dan
kicauan-kicauan burung di pagi hari. Jalan yang dilalui cukup ekstrim juga,
jalannya hanya bisa dilalui oleh satu orang dan jalannya berlika liku naik dan
turun
Setelah lamanya berjalan kaki, kita akhirnya sampai
di air terjun. Keadaan sekitar air terjun masih sangat alami, air yang mengalir
masih sangat dingin dan segar. Kami hanya diberi waktu setengah jam saja di air
terjun dan akan kembali lagi ke tempat perkemahan. Perjalanan kembali bagiku
malah semakin melelahkan karena jalan yang dilalui menanjak. Regu anak
perempuan berada di paling depan dan regu anak laki laki berada di belakang.
Para kakak pembina kami tiba tiba pada berlarian dan berteriak, yang kudengar katanya
para kakak pembina tersengat oleh lebah hutan. Dan akhirnya, kami semua ikut
berlari sampai ke tempat kemah. Rasanya sungguh capek sekali.
Kami semua langsung dikumpulkan dan bapak ketua
pembina yang langsung membuka pembicaraan. Bapak pembina langsung memarahi kami
semua. Menanyakan kepada semua kelas 7 dengan suara yang marah dan harus
mengaku siapa yang melakukan perbuatan tadi. Kami semua tidak ada yang menjawab
dan hanya diam. Aku merasakan suasana yang sangat mencekam disitu, aku dan
temanku hanya menunduk saja takut dengan keaadan seperti itu. Bapak pembina
semakin marah, mengancam kami semua juga kalau tidak ada yang mengaku berarti
kami semua harus pulang hari ini.
Setelah beberapa saat, salah satu kakak pembina
mengatakan, katanya mungkin lebah hutan tadi mengamuk karena terjatuhan ranting
pohon. Dan setelah lama bapak pembina mencari tau, ia akhirnya tidak jadi
memutuskan memulangkan kami hari ini. Rasanya lega sekali kami semua dapat
melanjutkan perkemahan.
Paragraf Persuasif
Awal berada di kelas 9 rasanya sudah seperti
merasakan tegang dan sulitnya menghadapi Ujian Nasional. Kecerdasan dan
pengetahuan kita diujikan untuk mengetahui apakah kita mampu atau pantaskah
berada di tingkat pendidikan selanjutnya.
Pastilah kita semua sangat bekerja keras belajar
untuk mendapatkan hasil yang maksimal di Ujian Nasional. Dengan banyak-banyak
berlatih soal prediksi ujian, hingga bimbingan belajar tambahan di sekolah
maupun di luar sekolah. Namun, jangan lupakan juga dengan doa, tanpa doa
semaksimal apapun kita mengerjakan juga tidak akan hasil yang didapatkan
memuaskan.
Oleh karena itu, hadapilah Ujian Nasional dengan
doa dan belajar giat. Dengan prinsip seperti itu semoga kita semua mendapat
hasil yang memuaskan dan dapat diterima di sekolah yang diinginkan.