Sabtu, 24 Agustus 2019

Contoh-contoh dan Jenis-jenis Paragraf


Paragraf Deskriptif

            Nama saya Selviona Indrianto. Teman teman biasa memanggil saya Viona. Saya lahir di Madiun, pada tanggal 02 November 2003. Saya anak ke dua dari dua bersaudara. Saya mempunyai kakak perempuan yang sekarang sudah bekerja di Jakarta. Selisih umur kita 7 tahun. Usia saya masih menginjak 15 tahun. Masa kecil dan sekolah saya dulu di Madiun. Dan saya mulai pindah ke Jakarta setelah kelulusan dari SMP Negeri 3 Madiun. Sekarang saya melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 8 Jakarta Selatan. Saya tinggal di daerah Kalibata, yang kebetulan tidak jauh dari sekolah.
            Saya memiliki golongan darah B, sama seperti ibu saya. Agama saya Islam begitu juga semua anggota keluarga saya. Tinggi badan saya sekitar 148 cm dan berat badan saya sekitar 47 kg. Saya mempunyai rambut hitam yang lurus dan panjang, dan dalam keseharian dan sekolah saya memang tidak memakai hijab. Dari kecil aku memang suka mempunyai rambut yang panjang. Kulit saya juga bisa dibilang sedikit putih sama seperti kakak saya karena memang saya jarang keluar bermain-main ke luar rumah. Warna favorit saya itu pink, biru dan warna-warna yang soft.
         Saya memiliki sifat yang cukup pendiam, tetapi saya tetap suka bergaul bahkan saya suka memiliki banyak teman. Tapi, saya tidak suka dengan orang yang selalu menyombongkan diri, apalagi orang yang tidak berkata jujur, saya sangat benci hal itu. Saya juga termasuk orang yang bekerja keras, ramah, suka membantu dan juga orang yang mudah khawatir, maksudnya jika sesuatu hal yang belum diselesaikan tepat waktu. Dari kecil saya selalu dijarkan dan membiasakan melakukan apapun dengan tepat waktu, bahkan sampai sekarang juga masih terbiasa pada diri saya.
       Saya memiliki hobbi yang kalau dinilai anak-anak yang tidak menyukai hal-hal yang berhubungan dengan hobbiku itu, alay. Hobbi saya itu stalker idol-idol Korea, dan terkadang aku juga mempelajari tarian-tarian mereka bahkan suka mendengarkan musik-musiknya juga. Tetapi saya memang menyukai hal-hal seperti itu dari kakak saya yang sama penggemar dari idol-idol Korea. Saya juga mempunyai hobi yang normal, yaitu suka membaca buku-buku fiksi.
          Ketika saya masih kecil, saya juga sering berpindah pindah rumah dan juga bolak-balik dari Madiun ke Jakarta. Dan setelah remaja, keluarga saya memutuskan untuk menetap tinggal di Jakarta. Alasan saya saat ini memilih SMK daripada SMA itu karena saya ingin setelah lulus nantinya bisa masuk ke dunia pekerjaan, dan juga ingin disambi dengan kuliah. Impian saya itu ingin sekali membahagiakan orang tua dan semoga suatu saat nanti bisa berpergian ke luar negeri apalagi ke Korea.

Paragraf Argumentatif

Liburan akhir tahun tiba. Inilah yang telah ditunggu tunggu bagi semua anggota keluarga. Untuk tahun ini keluargaku telah merencanakan untuk menghabiskan waktu akhir tahun bermudik ke kampung halaman. Hari libur yang berdekatan dengan natal dan liburan anak sekolah membuat suasana liburan menjadi ramai dan maeriah.
Apalagi keadaan lalu lintas pada liburan akhir tahun ini pastilah menjadi padat dan tentunya macet. Kebanyakan juga orang orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Jika pada hari hari biasa kami bisa sampai tujuan hanya dengan 8 jam, kalau pada liburan seperti ini bisa mencapai lebih dari 10 jam.
Kendaraan kami hanya sedikit sedikit saja bergeraknya dan itu membuatku merasa sanngat tidak betah berlama lama berada di dalam mobil. Makannya dari itu, hanya karena liburan akhir tahun ini tak jarang kemacetan ditemui dan hal ini dapat menyita waktu perjalanan.
  

Paragraf Naratif

        Pada tiga tahun yang lalu waktu aku masih kelas 7 di SMP Negeri Madiun, sekolahku mengadakan perkemahan yang wajib diikuti oleh semua kelas 7. Perkemahan diadakan sekitar bulan Agustus di daerah Kandangan, daerah seperti perbukitan dengan cuaca yang dingin dan sejuk. Satu hari sebelum perkemahan, kami semua disuruh untuk membentuk regu kelompok dengan jumlah anggotanya tujuh orang. Setelah itu, kami semua diberikan catatan-catatan tentang apa yang harus dibawa dan peraturan-peraturan selama perkemahan.
         Hari yang ditunggu pun tiba, yaitu hari perkemahan. Kami semua diharuskan sudah tiba di sekolahan pada pukul 06.00 pagi. Sebelum keberangkatan kita semua berkumpul di lapangan sekolah dan berdoa bersama. Setelah itu, kami dipandu masuk ke truk masing-masing. Selama diperjalanan, aku melihat pemandangan alam yang sangat menakjubkan, mulai dari hamparan sawah yang luas, aliran-aliran air sungai, kicauan burung, dan cuaca yang terasa sejuk. Setelah perjalanan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, kami semua tiba di tempat perkemahan.
         Setibanya di tempat perkemahan, kami langsung disambut oleh kakak-kakak pembina dan mereka membantu kami mendirikan tenda. Semua tenda telah berdiri diatas hamparan rumput yang luas dan suasana perkemahan sudah langsung terasa. Lalu, kami semua diberi waktu untuk makan siang dan kemudian akan dilanjutkan untuk upacara pembukaan perkemahan. Setelahnya, kami diberi waktu bebas untuk beristirahat untuk mempersiapakan kegiatan di hari esoknya.
Hari esoknya, kegiatan pertama itu senam dan dilanjutkan dengan kegiatan berjelajah. Kami berjelajah menuju air terjun dengan berjalan kaki yang  berjarak kurang lebih 5 km. Sepanjang berjelajah, aku sangat menikmati perjalanan, menghirup udara pagi yang segar, memandang pemandangan alam yang indah, dan kicauan-kicauan burung di pagi hari. Jalan yang dilalui cukup ekstrim juga, jalannya hanya bisa dilalui oleh satu orang dan jalannya berlika liku naik dan turun
Setelah lamanya berjalan kaki, kita akhirnya sampai di air terjun. Keadaan sekitar air terjun masih sangat alami, air yang mengalir masih sangat dingin dan segar. Kami hanya diberi waktu setengah jam saja di air terjun dan akan kembali lagi ke tempat perkemahan. Perjalanan kembali bagiku malah semakin melelahkan karena jalan yang dilalui menanjak. Regu anak perempuan berada di paling depan dan regu anak laki laki berada di belakang. Para kakak pembina kami tiba tiba pada berlarian dan berteriak, yang kudengar katanya para kakak pembina tersengat oleh lebah hutan. Dan akhirnya, kami semua ikut berlari sampai ke tempat kemah. Rasanya sungguh capek sekali.
Kami semua langsung dikumpulkan dan bapak ketua pembina yang langsung membuka pembicaraan. Bapak pembina langsung memarahi kami semua. Menanyakan kepada semua kelas 7 dengan suara yang marah dan harus mengaku siapa yang melakukan perbuatan tadi. Kami semua tidak ada yang menjawab dan hanya diam. Aku merasakan suasana yang sangat mencekam disitu, aku dan temanku hanya menunduk saja takut dengan keaadan seperti itu. Bapak pembina semakin marah, mengancam kami semua juga kalau tidak ada yang mengaku berarti kami semua harus pulang hari ini.
          Setelah beberapa saat, salah satu kakak pembina mengatakan, katanya mungkin lebah hutan tadi mengamuk karena terjatuhan ranting pohon. Dan setelah lama bapak pembina mencari tau, ia akhirnya tidak jadi memutuskan memulangkan kami hari ini. Rasanya lega sekali kami semua dapat melanjutkan perkemahan.


Paragraf Persuasif

Awal berada di kelas 9 rasanya sudah seperti merasakan tegang dan sulitnya menghadapi Ujian Nasional. Kecerdasan dan pengetahuan kita diujikan untuk mengetahui apakah kita mampu atau pantaskah berada di tingkat pendidikan selanjutnya.
Pastilah kita semua sangat bekerja keras belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal di Ujian Nasional. Dengan banyak-banyak berlatih soal prediksi ujian, hingga bimbingan belajar tambahan di sekolah maupun di luar sekolah. Namun, jangan lupakan juga dengan doa, tanpa doa semaksimal apapun kita mengerjakan juga tidak akan hasil yang didapatkan memuaskan.
Oleh karena itu, hadapilah Ujian Nasional dengan doa dan belajar giat. Dengan prinsip seperti itu semoga kita semua mendapat hasil yang memuaskan dan dapat diterima di sekolah yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar